
ENGLISH
Hello Hive friends, I hope you are always healthy and blessed. Greetings to all community members and stakeholders. I am delighted to be back in the Worldmappin community to share a post about my travels.
Some time ago, I went on a trip to find a goat farm with my wife and sister. We left home around noon.

At that time, the air was still cool, even though the sun was shining brightly and hot. We visited several goat farms around the city, but we couldn't find any suitable goats to buy.
Finally, we decided to go to a rural area with goat farms. We set off via the Angkup-Takengon road, a connecting road to the Beutoeng Ateuh-Takengon road.

On our way, we passed a village with expansive rice paddies. Seeing the beautiful expanse of rice fields, we stopped for a moment. I thought this was a beautiful village with views of hills, rivers, gardens, and expansive rice paddies.
This was the only village I found along the Angkup-Takengon highway that boasted a vast rice paddy area. It turns out that the residents here not only work in the coffee plantation sector but also own rice paddies.

Coffee and rice are the main sources of income for the residents here, coming from the plantation and agricultural sectors. From a distance, I saw the vast expanse of rice fields, which created a beautiful sight when I took photos of them.
After I learned about this, I discovered that this area is Lenga Village, a village in the Bies District, Central Aceh Regency. I found it to be a beautiful village with sufficient natural resources to meet the economic and food needs of the local residents.

I got out of the car and entered the rice paddy area, heading towards the river. What intrigued me was the terraced texture of the rice paddies, as they are situated between hillsides.
The terraced rice paddies are a particular attraction when taking photos. All that is visible are expanses of green rice paddies, a beautiful, eye-pleasing sight. These green rice paddies are located near a river, the Peusangan River, which originates directly from the freshwater lake.

After last year's flash flood, the river water still looks murky, perhaps due to the remnants of the landslide that were carried by the river current. There's also a bamboo bridge here, one that I found very unique and beautiful when photographed.
The bridge and river, against the backdrop of green rice fields and hills, look like a beautiful painting, especially when photographed from a good angle. Everything I see here leaves me in awe of the beauty of this village, located not far from the city of Takengon.

This bridge allows us to cross to a garden across the river. The owner of this garden has also built a hut as a resting place.
Water flows into the chili garden using a water wheel built near the river. This water also flows to the rice fields near this garden, where they have created a channel like an irrigation canal.

In another corner, you can see cows and horses grazing near the rice fields. The horses and cows are tied up so they are safe and won't eat the rice and other crops in the fields.









This view is truly beautiful, combining vast expanses of rice fields, flowing rivers, and a backdrop of green hills and a beautiful blue sky. I truly enjoyed the atmosphere here, especially the sound of the splashing water from the rice paddies, a beautiful natural atmosphere that made me feel at ease.
INDONESIA

Halo sahabat Hive, semoga anda selalu dalam keadaan sehat dan diberkati, salam untuk seluruh anggota komunitas dan para pemangku kepentingan yang terhormat. Senang sekali saya dapat kembali di komunitas Worldmappin untuk berbagi postingan tentang momen perjalanan saya.
Beberapa waktu yang lalu saya berpergian untuk mencari peternakan kambing, saya pergi bersama istri dan adik saya. Kami berangkat dari rumah pada waktu menjelang siang hari.

Pada waktu itu udara masih terasa sejuk meskipun matahari telah bersinar dengan cerah dan terik. Kami pergi ke beberapa tempat peternakan kambing yang ada di sekitaran kota, namun kami tidak menemukan kambing yang cocok untuk dibeli.
Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke wilayah pendesaan yang memiliki peternakan kambing. Kami berangkat melalui jalan lintasan Angkup - Takengon sebuah jalan penghubung menuju ke jalan Beutoeng Ateuh - Takengon.

Di tengah-tengah perjalanan melewati sebuah desa yang memiliki hamparan sawah, karena melihat hamparan sawah yang indah, kami berhenti sejenak di tempat ini. Menurut saya ini adalah sebuah desa yang indah dengan pemandangan perbukitan, sungai, kebun dan persawahan yang luas.
Ini adalah satu-satunya desa yang saya temukan di sepanjang jalan lintasan Angkup - Takengon yang memiliki wilayah persawahan yang luas. Ternyata warga penduduk di sini tidak hanya beraktivitas di sektor perkebunan kopi, tetapi mereka juga memiliki lahan sawah.

Komoditi kopi dan padi menjadi penghasilan utama warga di sini dari sektor perkebunan dan pertanian. Dari kejauhan saya telah melihat hamparan sawah yang begitu luas, ini menjadi pemandangan yang indah ketika saya mengambil gambar di lokasi sawah ini.
Setelah saya ketahui, ternyata wilayah ini merupakan desa Lenga, sebuah desa yang berada di dalam kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah. Menurut saya ini adalah desa yang indah dengan hasil sumber daya alam yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan pangan warga setempat.

Saya pun turun dari mobil untuk memasuki area persawahan dan menuju ke dekat aliran sungai. Yang membuat saya tertarik adalah lahan sawah di sini memiliki tekstur yang bertingkat, karena memang area lahan sawah mereka berada di antara lereng bukit.
Bentuk sawah yang bertingkat, menjadi daya tarik tersendiri saat kita mengambil gambar, semua yang terlihat adalah hamparan padi yang hijau dengan suasana yang asri dan memanjakan mata kita saat melihatnya. Persawahan yang telah ditumbuhi padi yang hijau ini berada di dekat aliran sungai, sungai ini merupakan aliran sungai peusangan yang berhulu langsung dari danau laut tawar.

Paska bencana banjir bandang tahun lalu, air sungai masih terlihat keruh sampai dengan sekarang, mungkin ada sisa tanah longsor yang masih terbawa arus aliran sungai. Di sini juga terdapat sebuah jembatan dari bambu, jembatan yang menurut saya terlihat sangat unik dan indah saat di poto.
Posisi jembatan dan aliran sungai dengan latar persawahan dan perbukitan yang hijau terlihat sebagai sebuah lukisan yang indah, terlebih lagi jika kita mengambil gambar dari sudut yang bagus. Semua yang terlihat di sini membuat saya merasa takjub akan keindahan desa yang berada tidak jauh dari kota Takengon ini.

Jembatan ini dapat memungkinkan kita untuk menyeberang ke sebuah kebun yang terdapat di seberang sungai. Pemilik kebun ini juga telah membuat sebuah gubuk sebagai tempat untuk beristirahat.
Aliran air ke dalam kebun cabai itu menggunakan kincir air yang dibuat di dekat aliran sungai. Aliran air ini juga mengalir ke area persawahan yang berada di dekat kebun ini, mereka telah membuat aliran seperti sebuah saluran irigasi.

Di sudut yang lain juga terlihat sapi dan kuda yang digembala sedang memakan rumput-rumput yang berada di dekat sawah. Kuda dan sapi ini telah di ikat jadi mereka aman, tidak akan memakan padi dan tanaman yang ada di kebun.









Pemandangan ini terlihat sangat indah dimana perpaduan antara hamparan persawahan yang luas dan juga aliran sungai serta latar perbukitan hijau dan langit biru yang indah. Saya benar-benar menikmati suasana di sini terlebih lagi suara percikan-percikan aliran air dari persawahan, sebuah nuansa alam yang indah dan membuat kita merasa nyaman.

My Educational Video About Hive
https://youtube.com/shorts/kc3_bbZu7yI?si=X8pB_hAtYIEzmupA

My Business Info

That concludes my post, I hope you enjoy it...
All photos were taken with Iphone 11>>>
Translation by Google Translate>>>

Location Via https://worldmappin.com/ : [//]:# (!worldmappin 4.59383 lat 96.77712 long d3scr)
Regards,
@ponpase


[//]:# ([//]:# (!worldmappin 4.59383 lat 96.77712 long d3scr))

