
Hello GEMS friends, I hope you are always healthy and blessed.
A few days ago, I went to Bener Meriah while traveling for business. I passed the Bireuen-Takengon highway, heading towards Simpang Teritit-Pante Raya. A few weeks ago, this road was impassable due to landslides.
However, the road is now passable, although at some points, vehicles had to queue due to partially collapsed sections of the road. During my trip, I even passed three points on the road that had recently been repaired with embankments; it appeared the road had collapsed during the flash flood.

Along the way to Bener Meriah, I saw several locations still scarred by flash floods and landslides. When I arrived at the Jamur Ujung residential area in Wih Pesam District, Bener Meriah Regency, I was stunned by the conditions I saw in the area.
I never imagined that the conditions in this area could be so severe and so devastating. I often pass through this settlement on my way to Bener Meriah, and what I saw before my eyes was something I had never imagined.

This settlement appeared to be devastated by the flash flood. Previously, it was just a very small stream. But what I saw at that moment was something completely different. The stream, which once seemed small, had now quadrupled in size, expanding as a result of the overflow and flow of the flash flood several months earlier.
The land around the settlement appeared to have eroded, widened, and deepened, with rocky debris still lingering around the stream. The devastating flood that struck this settlement had a significant impact on the environment and the lives of the residents.

The houses of residents in this area were swept away by the flash flood. Some still have their foundations, while others are completely destroyed, leaving no trace of them. Even the bridge across this highway was eroded and broken. A few weeks ago, this road was impassable due to its complete collapse, as the water currents had divided it.





Meanwhile, the red and white bridge seen in this post is a new bridge built a few days ago, an emergency bridge, as an alternative to allow traffic to flow normally in this area. Settlements have been lost, hopes have been dashed and faded, they have lost their homes, now they can only evacuate and hope that those who are still alive will soon be relocated and have a better life for the future.
INDONESIA

Halo sahabat GEMS, semoga anda selalu dalam keadaan sehat dan diberkati.
Beberapa hari yang lalu saya pergi ke Bener Meriah, sembari melakukan perjalanan untu keperluan bisnis. Saya melewati jalan lintas Bireuen - Takengon, menuju ke jalan Simpang Teritit - Pante Raya, beberapa minggu yang lalu lintasan jalan ini belum dapat dilewati karena masih terdapat sisa longsor.
Namun sekarang jalan sudah bisa dilalui kendaraan meskipun dibeberapa titik jalan kendaraan harus mengantri karena ada beberapa titik dengan kondisi badan jalan yang sudah amblas setengah jalan. Selama perjalanan, bahkan saya melewati tiga titik jalan yang baru saja diperbaiki dengan dilakukan penimbunan, tampaknya jalannya sudah amblas selama banjir bandang.

Sepanjang perjalanan menuju ke Bener Meriah saya melihat sejumlah lokasi yang masih tersisa bekas banjir bandang tanah longsor. Ketika tiba di wilayah pemukiman Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah saya dibuat tercengang dengan kondisi yang saya lihat di wilayah tersebut.
Saya bahkan tidak terbayang bahwa kondisi diwilayah ini bisa sangat berdampak dan terlihat sangat parah. Saya sering melewati pemukiman ini ketika akan menuju ke Bener Meriah, apa yang saya lihat didepan mata saya adalah sesuatu yang tidak terbayangkan oleh saya sebelumnya.

Pemukiman ini tampak hancur lebur oleh aliran banjir bandang, padahal sebelumnya disini hanyalah sebuah aliran sungai yang sangat kecil, tetapi apa yang saya lihat pada waktu itu adalah sesuatu hal yang sangat berbeda. Aliran sungai yang dulunya tampak kecil, sekarang telah berubah ukuran menjadi empat kali lipat lebih besar, sungai ini terbentuk meluas akibat dari luapan dan aliran banjir bandang beberapa bulan yang lalu.
Tanah disekitar pemukiman tampak tergerus, melebar dan semakin menjadi lebih dalam, material batu masih tersisa disekitar aliran sungai ini. Sebegitlah dahsayatnya banjir bandang yang melanda pemukiman ini hingga berdampak besar terhadap alam dan kehidupan warga disini.

Rumah-rumah warga yang berada di sekitar ini hilang terbawa aliran banjir bandang, sebagian masih tersisa pondasi dan yang lainnya bahkan tanpa tersisa jejak, kini menjadi sebuah pemukiman yang hilang. Bahkan jembatan yang berada di lintasan jalan raya ini tergerus air dan putus, beberapa minggu yang lalu jalan ini tidak dapat dilewati karena sudah putus total, aliran air telah membelah jembatan ini.





Sementara itu, jembatan warna merah putih yang ada tampak dalam posting ini merupakan jembatan baru yang dibuat beberapa hari yang lalu, jembatan darurat, sebagai alternatif agar lalu lintas dapat berjalan dengan normal di wilayah ini. Pemukiman telah hilang, harapan telah sirna dan pudar, mereka telah kehilangan tempat tinggal, kini hanya bisa mengungsi dan berharap bahwa mereka yang masih hidup akan segera direlokasi dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik untuk masa depan.

My Educational Video About Hive
https://youtube.com/shorts/kc3_bbZu7yI?si=X8pB_hAtYIEzmupA

My Business Info

That concludes my post, I hope you enjoy it...
All photos were taken with IPHONE 11>>>
Translation by Google Translate>>>

Location Via https://worldmappin.com/ : [//]:# (!worldmappin 4.70683 lat 96.81681 long d3scr)
Regards,
@ponpase






