“Di Warung Kopi Sederhana, Waktu Memilih Berhenti Sejenak”

in Freewritersyesterday

IMG_20260128_173918-01.jpeg


Asap tipis mengepul dari gelas kaca kecil di atas tatakan hijau. Kopi hitam itu tampak sederhana, tapi aromanya pelan-pelan memenuhi meja, bercampur dengan bau kayu, debu jalanan, dan obrolan orang-orang di warung.
Aku duduk diam, membiarkan sendok kecil bersandar di bibir gelas. Di sekeliling, kursi plastik berderit saat orang bergeser, suara piring beradu, dan tawa singkat yang muncul lalu tenggelam. Waktu terasa melambat di tempat seperti ini—tak ada yang tergesa, tak ada yang benar-benar ingin pergi cepat.
Seruput pertama pahit, jujur, tanpa basa-basi. Panasnya menyentuh lidah, lalu turun ke dada, seperti mengingatkan bahwa hari ini masih berjalan. Aku menatap permukaan meja yang mengilap, pantulan lampu, dan gelas air yang belum tersentuh. Sesekali, angin masuk dari samping warung, membawa cahaya sore yang jatuh miring.
Di kursi-kursi depan, orang-orang duduk membelakangi dunia, sibuk dengan pikirannya masing-masing. Ada yang menunduk, ada yang menatap kosong, ada yang mengangkat tangan sambil bercerita. Semua punya urusan, tapi di sini, kopi menyamakan mereka—memberi jeda yang sama.
Aku menghabiskan kopi perlahan. Tidak untuk menghilangkan kantuk, tapi untuk menikmati diam. Karena di warung sederhana ini, secangkir kopi bukan sekadar minuman—ia alasan untuk berhenti sebentar, sebelum kembali melanjutkan hidup. ☕


IMG_20260128_173841_1.jpg


Warung kopi ini menghadirkan suasana yang sederhana dan apa adanya, khas tempat singgah masyarakat sekitar. Dengan kursi plastik warna-warni dan meja-meja yang tertata rapat, tempat ini lebih mengutamakan fungsi daripada tampilan. Meski begitu, justru di situlah daya tariknya.
Suasana terasa hidup. Obrolan pengunjung bercampur dengan suara peralatan dapur dan aktivitas di balik etalase. Banyak pelanggan datang bukan hanya untuk minum kopi, tapi juga untuk berbincang, beristirahat sejenak, atau sekadar menghabiskan waktu sore. Cahaya matahari yang masuk dari sisi warung memberi kesan hangat dan santai.
Kopi disajikan dengan cara klasik: gelas kaca kecil, tanpa hiasan berlebihan. Rasanya kuat dan jujur, cocok untuk penikmat kopi hitam yang tidak mencari sensasi modern. Pelayanannya cepat dan tidak bertele-tele, mencerminkan ritme tempat ini yang santai namun akrab.
Secara keseluruhan, warung kopi ini cocok bagi siapa saja yang ingin menikmati kopi sambil merasakan suasana lokal yang autentik. Bukan tempat untuk bergaya, tapi tempat untuk berhenti sejenak dan menikmati kebersahajaan. ☕


IMG_20260128_174729_1.jpg


hive dividers-04.png


@al-arabi

Sort:  

Congratulations @al-arabi! You have completed the following achievement on the Hive blockchain And have been rewarded with New badge(s)

You published more than 70 posts.
Your next target is to reach 80 posts.

You can view your badges on your board and compare yourself to others in the Ranking
If you no longer want to receive notifications, reply to this comment with the word STOP

Check out our last posts:

Hive Power Up Day - February 1st 2026

Halo.

Terima kasih telah mempublikasikan konten di Hive, tetapi sepertinya sebagian besar tulisan ini dihasilkan oleh mesin.

Kami menghargai jika Anda dapat menghindari mempublikasikan konten yang dihasilkan oleh AI (teks lengkap atau sebagian, seni, dll.).

Terima kasih.

Panduan: Konten yang Dihasilkan oleh AI = Bukan Konten Asli
Panduan Hive: Hive 101

Jika Anda yakin komentar ini salah, silakan hubungi kami di #appeals di Discord