
ENGLISH
Hello Hive friends, especially to all community members and stakeholders of the esteemed GEMS community. May God always bless us and grant us good health. I am so happy to be back in this beloved community.
In this post, I want to share a story about celebrating Eid al-Fitr in our village, as today is Eid al-Fitr 2026. This Eid, I celebrated at my in-laws' house, in my wife's hometown, in Makmur Village, Celala District, Central Aceh.

The Eid al-Fitr atmosphere in my wife's village in Gayo feels very different from where I'm from. This is the second year I've celebrated Eid al-Fitr in my wife's hometown.
This year, I didn't go home to my hometown, so I celebrated Eid al-Fitr in my wife's hometown. Today, we woke up early, and before dawn, we immediately got ready for the morning prayer and Eid al-Fitr prayers.

My in-laws are the oldest in their family, so in the morning after morning prayers, many guests come to our house. They include their younger siblings, nieces, nephews, cousins, and grandchildren.
Inside the house, we have prepared food and drinks for the guests. Favorite Eid dishes include rice cakes and beef curry soup. Before leaving for the mosque to pray, we perform the traditional greeting to ask for forgiveness.

Approaching 7 a.m., our family headed out to the mosque, which is not far from our house. On the street, residents were walking to the mosque, wearing new clothing like koko (traditional Muslim clothing) and peci (traditional Muslim caps).
Our mosque isn't very large; some people sat outside the mosque to pray, bringing mats and prayer rugs. Meanwhile, the inside of the mosque was already filled with worshippers, ranging from adults to teenagers to children.

Eid is a joyous occasion for Muslims, celebrated with great joy. Everyone welcomes this moment with emotion and exchanges of greetings to apologize and strengthen ties.


This concludes my post for this Eid al-Fitr edition. I hope this post can be a unique opportunity to learn about traditions and cultures. Thank you for your support and for taking the time to read this post.
Regards,
@ponpase
INDONESIA

Halo sahabat Hive, terkhusus untuk seluruh anggota komunitas dan para pemangku kepentingan komunitas GEMS yang terhormat. Semoga tuhan selalu memberkati dan memberikan kita kesehatan, senang sekali saya dapat kembali di komunitas yang kita cintai ini.
Pada postingan ini saya ingin berbagi cerita tentang perayaan hari raya idul fitri di kampung kami, karena hari ini merupakan hari raya idul fitri tahun 2026. Pada momen lebaran kali ini saya berlebaran di rumah mertua saya, di kampung halaman istri saya yang berada di desa makmur, kecamatan celala, aceh tengah.

Suasana lebaran di kampung istri saya di tanah gayo ini terasa lebih berbeda dari pada di tempat asal saya. Ini adalah tahun kedua saya berlebaran idul fitri di kampung halaman istri saya.
Tahun ini saya tidak mudik untuk pulang ke kampung halaman saya, jadi saya berlebaran di kampung halaman istri saya. Hari ini kami bangun lebih awal, sebelum subuh kami barus segera bersiap-siap untuk melakukan ibadah shalat subuh dan shalat hari raya idul fitri.

Mertua saya merupakan orang paling tua dari keluarganya, jadi di pagi hari setelah shalat subuh banyak tamu yang datang ke rumah. Mereka yang datang kerumah adalah adik-adiknya, keponakan,sepupu dan cucu-cucunya.
Di dalam rumah, kami telah mempersiapkan makanan dan minuman untuk para tamu, makanan favorit saat lebaran adalah seperti lontong dan kuah kari daging sapi. Sebelum berangkat ke mesjid untuk melakukan ibadah, kami melakukan tradisi salam-salaman untuk saling meminta maaf.

Menjelang pukul 7 pagi, kami sekeluarga berangkat keluar untuk menuju ke mesjid yang berada tidak jauh dari rumah kami. Di jalan para warga tampak berjalan kaki menuju ke mesjid, mereka menggunakan pakaian-pakaian baru seperti jenis pakaian koko dan peci.
Mesjid kami tidak terlalu besar, sebagian orang duduk dihalaman luar mesjid untuk melakukan ibadah, mereka juga membawa alas seperti tikar dan sajadah. Sementara itu, di dalam mesjid telah dipenuhi dengan jamaah mulai dari orang tua, remaja hingga anak-anak.

Lebaran ini menjadi momen bahagia bagi umat islam, dimana kami merayakan dengan penuh gembira. Semua orang menyambut momen ini dengan penuh haru dan saling salam-salaman untuk meminta maaf dan memperkuat silaturrahmi.


Demikian postingan saya dalam edisi momen idul fitri, semoga postingan bisa menjadi edisi berbeda untuk saling mengenal tradisi dan budaya. Terima kasih atas dukungan dan waktu anda untuk membaca postingan ini.
Salam,
@ponpase
